IOC tidak ingin ada acara olahraga di Indonesia setelah larangan visa atlet Israel
Taruhan bola – Komite Olimpiade Internasional (IOC) telah mendesak federasi-federasi olahraga internasional untuk tidak menyelenggarakan acara olahraga apapun di Indonesia setelah negara ini melarang pesenam Israel untuk mengikuti kejuaraan dunia yang akan diselenggarakan di sana bulan ini.
IOC mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa mereka juga menghentikan semua diskusi tentang potensi tawaran Olimpiade oleh Indonesia sampai pemerintah memberikan jaminan bahwa semua atlet, tanpa memandang kewarganegaraan, akan memenuhi syarat untuk berkompetisi di sana di masa depan.
Indonesia telah berulang kali menyatakan ketertarikannya untuk menjadi tuan rumah Olimpiade musim panas 2036, namun keputusan IOC pada hari Rabu mengubur peluang Indonesia untuk menjadi tuan rumah dalam waktu 11 tahun.
Indonesia, negara berpenduduk mayoritas Muslim terbesar di dunia, menolak memberikan visa kepada pesenam Israel pada awal bulan ini di tengah-tengah protes atas serangan militer Israel di Gaza, yang berarti mereka tidak dapat ikut serta dalam Kejuaraan Senam Artistik Dunia yang dimulai minggu lalu di Jakarta.
Mengomentari keputusan tersebut pada saat itu, pesenam senior enteri Kehakiman dan Hak Asasi Manusia Yusril Ihza Mahendra mengutip keberatan atas keikutsertaan Israel dari pemerintah di Jakarta dan kelompok-kelompok seperti Majelis Ulama Indonesia (MUI).
Federasi Senam Israel menyebut keputusan Indonesia itu mengejutkan dan memilukan.
IOC juga mengatakan dalam pernyataannya pada hari Rabu bahwa mereka akan mengubah prinsip-prinsip kualifikasi untuk memasukkan jaminan akses bagi semua atlet, terlepas dari kebangsaannya, untuk setiap acara kualifikasi untuk Olimpiade.
IOC juga memerintahkan Komite Olimpiade Indonesia dan Federasi Senam Internasional (FIG) untuk menghadiri pertemuan di kantor pusat IOC di Lausanne untuk membahas masalah ini. Tidak disebutkan tanggal pertemuan tersebut.
Indonesia tidak memiliki hubungan diplomatik resmi dengan Israel, dan telah mengkritik keras Israel atas perang Gaza, bahkan setelah gencatan senjata bulan ini diberlakukan.

