Indonesia Siap Menjadi Tuan Rumah Dialog Inklusif tentang Myanmar

Indonesia Siap Menjadi Tuan Rumah Dialog Inklusif tentang Myanmar

Indonesia Siap Menjadi Tuan Rumah Dialog Inklusif tentang Myanmar

Taruhan bola – Indonesia siap menjadi tuan rumah jika ingin menjadi tempat penyelenggaraan dialog inklusif yang melibatkan semua pihak di Myanmar guna mewujudkan perdamaian dan rekonsiliasi nasional.
“Tentu saja,” jawab Menteri Luar Negeri Indonesia Sugiono ketika ditanya mengenai kemungkinan Indonesia menjadi tuan rumah pertemuan inklusif para pihak di Myanmar bekerja sama dengan Filipina selaku Ketua ASEAN, setelah memimpin pertemuan Komisi Bersama Kerja Sama Bilateral Indonesia-Vietnam (JCBC) ke-6 bersama Menteri Luar Negeri Le Hoai Trung di Kementerian Luar Negeri Indonesia, Selasa (14/7).
“Kami juga menyampaikan bahwa kami siap jika, misalnya, Indonesia ingin menjadi tuan rumah (pertemuan inklusif), dan saya pikir posisi Indonesia lebih dapat diterima,” lanjutnya.

“Saya telah menyampaikan bahwa kami siap menjadi tuan rumah,” katanya.
Sebagaimana dilaporkan sebelumnya, Menteri Luar Negeri Sugiono mengatakan bahwa dialog nasional inklusif yang melibatkan semua pihak merupakan kunci bagi perdamaian dan rekonsiliasi nasional yang berkelanjutan di Myanmar, saat menghadiri Pertemuan Informal para Menteri Luar Negeri ASEAN bersama Myanmar yang berlangsung di Bangkok, Thailand, Minggu (12/7).
“Dialog nasional yang inklusif dan melibatkan semua pemangku kepentingan merupakan kunci bagi perdamaian yang berkelanjutan dan rekonsiliasi nasional,” kata Menteri Luar Negeri Indonesia.

Dalam pertemuan tersebut, Menteri Luar Negeri Sugiono mendorong dilakukannya evaluasi yang objektif dan seimbang terhadap pelaksanaan 5PC.
Meskipun telah terjadi sejumlah perkembangan pasca pemilu umum, pelaksanaan 5PC masih menghadapi berbagai tantangan, termasuk dalam mewujudkan dialog inklusif yang sangat penting bagi upaya rekonsiliasi nasional.
Selama pertemuan tersebut, Menteri Luar Negeri Indonesia juga menekankan bahwa 5PC tetap menjadi acuan utama bagi ASEAN, dengan penekanan pada penghentian kekerasan, dialog inklusif, serta penyediaan bantuan kemanusiaan yang aman dan bebas diskriminasi.

“Kita semua masih sepakat bahwa 5PC adalah kerangka kerja. Namun, kemarin juga disampaikan bahwa harus ada rincian lebih lanjut mengenai.” “Langkah-langkah konkret, sehingga kita dapat menilai bahwa telah terjadi kemajuan,” kata Menteri Luar Negeri Indonesia pada hari Selasa.

Indonesia sendiri pada hari Minggu menekankan akan terus mendukung proses perdamaian yang dimiliki dan dipimpin oleh Myanmar, termasuk melalui berbagai inisiatif keterlibatan dengan semua pemangku kepentingan di Myanmar.
“Solusi yang berkelanjutan harus dimiliki dan dipimpin oleh Myanmar. Indonesia siap membantu menjembatani untuk mewujudkan hal ini,” kata Menteri Luar Negeri Indonesia.

Versi bahasa Inggris, Mandarin, Jepang, Arab, dan Prancis dihasilkan secara otomatis oleh AI. Oleh karena itu, mungkin masih terdapat ketidakakuratan dalam terjemahan; harap selalu mengacu pada bahasa Indonesia sebagai bahasa utama kami. (sistem didukung oleh DigitalSiber.

id)
Tambahkan VOI sebagai Sumber Pilihan Ikuti pembaruan berita VOI di Google.