Indonesia menandatangani 13 nota kesepahaman (MoU) di bidang industri pada ajang INNOPROM 2026

Indonesia menandatangani 13 nota kesepahaman (MoU) di bidang industri pada ajang INNOPROM 2026

Indonesia menandatangani 13 nota kesepahaman (MoU) di bidang industri pada ajang INNOPROM 2026

Taruhan bola – Indonesia Menandatangani 13 Nota Kesepahaman Bidang Industri di INNOPROM 2026
Kementerian Perindustrian Indonesia telah menandatangani 13 Nota Kesepahaman (MoU) strategis di pameran perdagangan industri INNOPROM 2026 di Rusia, yang bertujuan untuk memperkuat pengembangan hilir industri, membuka peluang investasi, dan memperluas akses pasar di seluruh Eurasia. ““Partisipasi Indonesia sebagai Negara Mitra di INNOPROM 2026 telah memperkuat posisi kami di pasar Eurasia,” kata Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita dalam sebuah pernyataan pada hari Sabtu. “Hal ini tercermin dari antusiasme yang tinggi di kalangan pelaku industri internasional yang ingin menjalin kerja sama dengan sektor-sektor dalam negeri kami.

”Selama pameran, delegasi Indonesia mengadakan pertemuan bilateral dengan perwakilan dari pemerintah Armenia, Kazakhstan, Kirgistan, Azerbaijan, dan Tajikistan, serta wilayah-wilayah Rusia seperti Chelyabinsk, Kirov, dan Sverdlovsk. Pembahasan tersebut menghasilkan berbagai komitmen kerja sama yang mencakup perdagangan, pengembangan hilir, pembangunan kawasan industri, su integrasi rantai pasok, transfer teknologi, dan pengembangan sumber daya manusia. Komitmen-komitmen ini kemudian diformalkan melalui 13 perjanjian yang ditandatangani yang melibatkan para pemangku kepentingan dari sektor pemerintah maupun swasta.

Perjanjian yang ditandatangani tersebut mencakup kerangka kerja tingkat tinggi antara Kementerian Perindustrian Indonesia dan Kementerian Industri dan Perdagangan Rusia, serta pakta kerja sama yang ditargetkan dengan Kirgistan, Kazakhstan, dan tiga wilayah Rusia yang berpartisipasi.Kartasasmita menekankan bahwa perjanjian-perjanjian ini menjadi landasan bagi kerja sama strategis di berbagai sektor, mulai dari manufaktur, alat berat, dan metalurgi hingga industri halal serta peningkatan perdagangan.Tri Supondy, Direktur Jenderal Ketahanan, Regionalisasi, dan Akses Industri Internasional di kementerian tersebut, menyatakan bahwa keberhasilan negosiasi ini menunjukkan kepercayaan internasional yang mendalam terhadap kapasitas industri Indonesia.

“Berbagai kolaborasi yang dibangun melalui acara ini diharapkan dapat membuka peluang investasi yang lebih luas, “kemitraan di bidang perdagangan dan industri yang memberikan nilai tambah serta memperkuat daya saing sektor manufaktur Indonesia,” kata Supondy.