MLBB: Team Liquid menyingkirkan Onic Indonesia, menjaga harapan M7 tetap hidup

MLBB: Team Liquid menyingkirkan Onic Indonesia, menjaga harapan M7 tetap hidup

MLBB: Team Liquid menyingkirkan Onic Indonesia, menjaga harapan M7 tetap hidup

Liga335 – Jadikan ini sumber pilihan Anda untuk mendapatkan lebih banyak pembaruan dari penerbit ini di Google. JAKARTA—Harapan Team Liquid untuk menapaki ‘Golden Road’ tetap hidup setelah juara Filipina itu mengalahkan tuan rumah Onic dengan skor 3-1, dalam laga babak gugur bracket bawah Kejuaraan Dunia M7 pada Kamis di Jakarta, Indonesia. The Cavalry berhasil membungkam tim kuat asal Indonesia tersebut untuk tetap bertahan di turnamen.

Team Liquid kini berharap dapat mengulangi kemenangan ini saat menghadapi Aurora Turkiye di perempat final bracket bawah. “Tidak ada yang salah dengan Onic. Hanya saja kami lebih siap daripada mereka.

Selain itu, saya rasa kami berdua terkejut dengan meta yang ada,” kata pelatih kepala Team Liquid, Rodel “Ar Sy” Cruz. Pharsa yang dimainkan Sanji melancarkan Feathered Air Strikes yang mematikan di Game 1, di mana lima kill dan 10 assist yang dicetaknya mengantarkan Team Liquid meraih kemenangan meyakinkan pada pertandingan pembuka seri ini. Sanford kemudian tampil gemilang dengan hero andalannya, Lapu-Lapu, di Game 2, dengan mencetak enam kill dan tiga assist untuk membawa Cavalry memimpin 2-0 dalam seri best-of-five ini.

Onic, bagaiman Namun, mereka menolak untuk dikalahkan. Dipimpin oleh pemain impor asal Filipina, Kairi “Kairi” Rayosdelsol, juara Indonesia ini mendominasi tim Filipina di Game 3. Kairi tampil luar biasa dengan karakter Yi Sun-shin-nya, mencetak empat kill dan empat assist dalam enam menit pertama sehingga timnya berhasil unggul sejak awal.

Dia kemudian melakukan permainan gila-gilaan dalam dua menit berikutnya yang pada akhirnya menghancurkan Team Liquid. Dia mencatatkan KDA 10/1/9 untuk membantu Onic menghabisi Team Liquid hanya dalam waktu 11 menit dan 14 detik. Onic memanfaatkan momentum tersebut di Game 4, di mana Skylar, pemain gold lane, bahkan berhasil mencetak first blood melawan Kiel “Oheb” Soriano yang menggunakan Lunox.

Namun, tim Filipina itu membalikkan keadaan berkat Sanford, kali ini menggunakan Terizla, dengan melakukan aksi-aksi yang tepat waktu sehingga memungkinkan Team Liquid mengunci kemenangan dalam empat game. Sanford akhirnya meraih gelar MVP pada game tersebut, berkat dua kill dan sembilan assist yang dicetaknya.