Peran Investasi dalam Pertumbuhan Ekonomi Indonesia
Liga335 – TEMPO.CO, Jakarta—Menteri Investasi sekaligus Ketua Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), Rosan Roeslani, menyatakan bahwa kontribusi investasi terhadap pertumbuhan ekonomi pada kuartal pertama tahun 2026 sangat baik. “Alhamdulillah, pertumbuhan ekonomi sebesar 5,61 persen menunjukkan bahwa perekonomian kita berjalan dengan sangat baik, sangat positif,” kata Rosan setelah rapat di Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian di Jakarta pada Selasa, 5 Mei 2026, seperti dikutip dari Antara.
Rosan bahkan menyatakan bahwa kontribusi investasi tersebut telah melampaui tren sebelumnya, yang umumnya berkisar antara 28 hingga 29 persen. “Dari sudut pandang saya, dalam hal investasi, kontribusinya mencapai 32 persen dari total pertumbuhan 5,61 persen, atau sekitar 1,8 persen,” katanya. Ia menjelaskan bahwa peningkatan kontribusi investasi telah menjadi salah satu faktor pendorong kinerja ekonomi nasional agar tetap kuat.
Sejauh ini, investasi umumnya berkontribusi kurang dari 30 persen terhadap pertumbuhan ekonomi. “Sejauh ini, investasi “Sektor ini telah berkontribusi sekitar 28 hingga 29 persen. Alhamdulillah, (kenaikan) ini mencapai 32 persen,” katanya.
Pencapaian ini mencerminkan aktivitas investasi yang melampaui target untuk periode tersebut. Menurut Rosan, kinerja investasi yang kuat ini berdampak positif pada berbagai sektor ekonomi. Ia berharap peningkatan investasi ini dapat mempertahankan pertumbuhan ekonomi di masa mendatang.
Pemerintah akan terus mendorong terciptanya iklim investasi yang kondusif di tengah dinamika global. Selain itu, Rosan menyatakan bahwa peningkatan investasi tersebut juga memperkuat kepercayaan para pelaku usaha terhadap kondisi ekonomi dalam negeri. Pernyataan Rosan tersebut menanggapi pengumuman Badan Pusat Statistik (BPS) mengenai pertumbuhan ekonomi sebesar 5,61 persen secara tahunan pada kuartal pertama tahun 2026.
Kepala BPS Amalia Adininggar Widyasanti menyatakan bahwa pertumbuhan tersebut didukung oleh aktivitas ekonomi domestik yang kuat. Dari segi nilai, Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia pada kuartal pertama tahun 2026 mencapai Rp3 ,447,7 triliun dengan harga konstan dan Rp6.187,2 triliun dengan harga saat ini.

