Gempa bumi di Indonesia merusak bangunan dan memicu gelombang tsunami
Liga335 daftar – -Gempa bumi berkekuatan 7,4 skala Richter melanda Laut Maluku Utara di lepas pantai Pulau Ternate, Indonesia, pada hari Kamis, yang merusak beberapa bangunan dan memicu gelombang tsunami, menurut pihak berwenang dan para saksi mata.
Badan Survei Geologi Amerika Serikat (USGS) melaporkan gempa susulan dengan magnitudo hingga 5, sementara Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Indonesia melaporkan gelombang tsunami setinggi 0,3 meter di Halmahera Barat dan 0,2 meter di Bitung.
Stasiun televisi Indonesia Metro TV melaporkan satu orang tewas akibat tertimpa reruntuhan di wilayah Manado, dan video menunjukkan bangunan-bangunan yang rusak.
Indonesia terletak di sepanjang “Cincin Api Pasifik”, zona yang sangat aktif secara seismik, di mana lempeng-lempeng kerak bumi bertemu dan menyebabkan terjadinya banyak gempa bumi dan gunung berapi.
Pemerintah daerah di beberapa kota, seperti di Ternate dan Tidore, Kepulauan Rempah-rempah yang bersejarah, didesak untuk mempersiapkan warga untuk evakuasi.
Tsunami berbahaya mungkin terjadi di sepanjang pantai Indonesia, Filipina, dan Malaysia dalam jarak 1.
000 km (620 mil) dari pusat gempa, kata otoritas peringatan tsunami AS.
Pusat gempa terletak sekitar 580 km di selatan pantai Filipina dan 1.000 km dari Sabah, Malaysia.
Badan seismologi Filipina, Phivolcs, menyatakan bahwa berdasarkan data terbaru, tidak ada “ancaman tsunami yang merusak” bagi negara tersebut.
Badan Meteorologi Malaysia mengatakan dalam sebuah postingan Facebook bahwa saat ini tidak ada ancaman tsunami bagi Malaysia dan bahwa mereka sedang memantau perkembangan situasi.
Gelombang dengan ketinggian berkisar antara 0,3 m hingga 1 m (0,98 kaki hingga 3,28 kaki) di atas permukaan air pasang dapat menghantam beberapa wilayah pesisir Indonesia, demikian menurut Pusat Peringatan Tsunami Pasifik.
Pusat tersebut juga memperingatkan risiko gelombang kurang dari 0,3 m (1 kaki) di atas permukaan air pasang untuk pantai-pantai di Guam, Jepang, Malaysia, Papua Nugini, Filipina, dan Taiwan.
Jepang mungkin akan mengalami gelombang hingga 0,2 m (8 inci), namun tidak diperkirakan akan terjadi kerusakan, kata Badan Meteorologi Jepang, saat memperingatkan bahwa tsunami dapat terjadi di Pasifik.

