Indonesia akan menjadikan PT PAL sebagai perusahaan induk untuk galangan kapal milik negara.

Indonesia akan menjadikan PT PAL sebagai perusahaan induk untuk galangan kapal milik negara.

Indonesia akan menjadikan PT PAL sebagai perusahaan induk untuk galangan kapal milik negara.

Slot online terpercaya – Indonesia akan menjadikan PT PAL sebagai perusahaan induk untuk galangan kapal milik negara
Berita terkait: PAL Indonesia menandatangani tujuh kesepakatan pertahanan di Indo Defence 2025 Jakarta (ANTARA) – Indonesia sedang mempersiapkan perusahaan galangan kapal milik negara PT PAL Indonesia untuk menjadi perusahaan induk bagi galangan kapal milik negara, langkah ini bertujuan untuk mengonsolidasikan industri maritim nasional dan memperkuat kapasitas produksi kapal militer, komersial, dan lepas pantai.Direktur Utama Kaharuddin Djenod mengatakan bahwa studi mengenai struktur holding yang diusulkan sedang dilakukan di Danantara. Badan tersebut mengawasi konsolidasi perusahaan-perusahaan milik negara strategis dan menetapkan kerangka kerja tata kelola serta jadwal.

“Danantara sedang mengonsolidasikan industri galangan kapal milik negara dan telah menginstruksikan PT PAL untuk bertindak sebagai induk,” kata Kaharuddin setelah forum industri maritim di Jakarta pada Kamis, menambahkan bahwa rincian masih dalam tinjauan internal lebih lanjut. Dia mengatakan tinjauan konsolidasi telah berlangsung sejak tahun lalu dan melibatkan empat perusahaan milik negara. Pabrik kapal: PT PAL Indonesia, PT Dok & Perkapalan Kodja Bahari, PT Dok & Perkapalan Surabaya, dan PT Industri Kapal Indonesia.

Meskipun ada rencana konsolidasi, Kaharuddin mengatakan bahwa pabrik kapal swasta akan terus memainkan peran kritis dalam industri maritim Indonesia, yang sangat bergantung pada pembuat kapal non-pemerintah untuk kapasitas dan inovasi di segmen komersial dan pertahanan. “Kami akan bergerak secara paralel,” katanya, menambahkan bahwa “di samping galangan kapal milik negara, Indonesia masih membutuhkan pembuat kapal swasta, dan mereka mendominasi aktivitas pembuat kapal nasional, mendukung persaingan, transfer teknologi, dan lapangan kerja regional.”Sebelumnya, dalam sidang parlemen di Jakarta pada Rabu, Chief Operating Officer Danantara Dony Oskaria mengatakan PT PAL akan bertindak sebagai perusahaan inti untuk industri pembuat kapal nasional di bawah aturan pengawasan pemerintah.

Dia mengatakan proyek maritim, terutama pembangunan kapal untuk perusahaan milik negara, akan diwajibkan untuk dialirkan melalui PT PAL. Sebagai bagian dari upaya untuk meningkatkan skala dan kemampuan serta mengurangi duplikasi di antara galangan kapal. Menurut Oskaria, kebijakan ini bertujuan untuk memperkuat industri galangan kapal dalam negeri dan meningkatkan efisiensi dengan mengonsolidasikan pengadaan, rekayasa, dan manajemen proyek di bawah perusahaan nasional unggulan, sambil mendukung ambisi ekspor dan pembaruan armada.

Akibatnya, perusahaan pelayaran milik negara termasuk Pertamina International Shipping, Pelni, dan operator feri ASDP diwajibkan untuk membangun kapal baru melalui PT PAL Indonesia dalam kerangka koordinasi yang direvisi dan disetujui oleh otoritas.