Indonesia dan Filipina menandatangani kesepakatan barter senilai US$350 juta
Slot online terpercaya – Indonesia dan Filipina menandatangani kesepakatan barter senilai US$350 juta
Berita terkait: Indonesia menargetkan peningkatan ekspor melalui perjanjian perdagangan global
Jakarta (ANTARA) – Entitas bisnis Indonesia dan Filipina menandatangani dua nota kesepahaman (MoU) barter tiga pihak dengan nilai transaksi potensial sebesar US$350 juta, yang disaksikan oleh Menteri Perdagangan Budi Santoso.Menurutnya, barter adalah langkah strategis untuk mengatasi fluktuasi nilai tukar yang menekan mata uang kedua negara. Melalui perjanjian ini, Indonesia berupaya menjaga stabilitas perdagangan tanpa bergantung pada pembayaran tunai dalam dolar AS.
“Skema barter yang terstruktur dengan baik dapat menjadi instrumen perdagangan yang efektif di tengah ketidakpastian perdagangan global dan tekanan mata uang saat ini. Pemerintah berkomitmen penuh untuk memberikan panduan regulasi dan fasilitasi perdagangan bagi pelaku usaha Indonesia,” kata menteri tersebut dalam pernyataan pada hari Senin. Ia menganggap langkah ini sebagai instrumen yang efektif untuk menghemat devisa cadangan devisa di tengah ketidakstabilan pasar global.
Dua nota kesepahaman (MoU) perdagangan timbal balik tiga pihak tersebut ditandatangani pada hari Senin. MoU pertama melibatkan Asian Pyrochem Technologies dari Filipina, PT Trade Barter Indonesia, dan Asosiasi Garmen dan Tekstil Indonesia. Ketiga pihak sepakat untuk bertukar serat abaca mentah dengan produk tekstil jadi senilai US$50 juta per tahun.
Sementara itu, MoU kedua merupakan kesepakatan antara Asian Pyrochem Technologies, PT Trade Barter Indonesia, dan PT Krakatau Global Trading, yang mencakup pertukaran produk baja dengan bijih besi Filipina guna memenuhi kebutuhan produksi tahunan Krakatau Steel, senilai US$300 juta.””Kedua proyek ini menunjukkan komitmen pelaku usaha Indonesia dan Filipina untuk menyediakan solusi perdagangan yang inovatif dan saling menguntungkan. Kami berharap kerja sama ini dapat memperkuat rantai pasok industri dan membuka lebih banyak peluang untuk kerja sama yang lebih luas di masa depan,” ujar Santoso.
Bersamaan dengan penandatanganan MoU tersebut, delegasi Filipina d Delegasi tersebut mengikuti sesi penjodohan bisnis dengan para eksportir dan produsen besar Indonesia, yang menampilkan bahan bangunan serta berbagai komoditas unggulan dengan prospek menjanjikan di pasar Filipina. Perekonomian Indonesia dan Filipina dianggap memiliki fondasi yang kuat. Dari Januari hingga April 2026, total perdagangan antara kedua negara mencapai US$4,16 miliar, dengan Indonesia mencatat surplus sebesar US$2,93 miliar.
Nilai ini meningkat sebesar 12,03 persen dibandingkan periode Januari hingga April 2025.Dalam hal ekspor, Indonesia menunjukkan tren positif dengan tingkat pertumbuhan tahunan sebesar 1,63 persen dari tahun 2021 hingga 2025. Sepanjang tahun 2025, total perdagangan bilateral antara kedua negara mencapai US$12,02 miliar, dengan surplus sebesar US$8,42 miliar bagi Indonesia.
