Indonesia dan Jerman berupaya memperkuat kemitraan ekonomi dan investasi

Indonesia dan Jerman berupaya memperkuat kemitraan ekonomi dan investasi

Indonesia dan Jerman berupaya memperkuat kemitraan ekonomi dan investasi

Liga335 – Indonesia dan Jerman Dorong Kemitraan Ekonomi dan Investasi yang Lebih Kuat
Presiden Indonesia Prabowo Subianto dan Presiden Federal Jerman Frank-Walter Steinmeier mengadakan pertemuan bilateral di Istana Merdeka, Jakarta, pada hari Senin, yang menghasilkan komitmen bersama untuk meningkatkan volume perdagangan dan investasi bilateral.Kedua kepala negara membahas penguatan kemitraan di berbagai sektor strategis, termasuk ekonomi, investasi, transisi energi, keamanan energi, pendidikan, dan ketenagakerjaan. “Pada pertemuan hari ini, kami membahas penguatan kemitraan Indonesia-Jerman.

Kami sepakat untuk terus meningkatkan volume perdagangan dan investasi yang saling menguntungkan,” kata Presiden Prabowo dalam pernyataan bersama.Poin utama dalam pembahasan para pemimpin tersebut adalah penyelesaian Perjanjian Kemitraan Ekonomi Komprehensif Indonesia-Uni Eropa (IEU-CEPA) yang telah lama dinegosiasikan. Presiden Prabowo mendesak Jerman untuk menggunakan pengaruhnya di dalam Uni Eropa guna membantu mempercepat penyelesaian perjanjian perdagangan.

“Kami berharap Jerman akan terus memainkan peran aktif dalam menyelesaikan perjanjian internal di kawasan Eropa sehingga kemitraan ini dapat segera memberikan manfaat nyata bagi dunia usaha di kedua negara,” ujarnya.Selain itu, Prabowo mengundang mitra-mitra Jerman untuk memperluas investasi di beberapa sektor prioritas Indonesia, terutama hilirisasi industri, infrastruktur transportasi umum, dan ekosistem kendaraan listrik (EV). Presiden Indonesia tersebut juga menyoroti peluang bagi investor Jerman untuk berpartisipasi dalam pengembangan industri semikonduktor dalam negeri serta terintegrasi ke dalam rantai pasokan mineral kritis dan tanah jarang.

Di sektor ketenagakerjaan, kedua pemimpin membahas perluasan peluang bagi pekerja terampil Indonesia di Jerman, dengan kerja sama yang diharapkan meluas dari bidang keperawatan ke bidang-bidang yang berkaitan dengan teknologi. Presiden Steinmeier menanggapi dengan menyatakan komitmen kuat Jerman terhadap IEU-CEPA, seraya menegaskan bahwa Berlin merasa memiliki tanggung jawab langsung kemampuan untuk mendukung penyelesaian perjanjian tersebut.”“Perjanjian ini akan memfasilitasi investasi baru dan memberikan peluang bagi perusahaan-perusahaan Jerman untuk berinvestasi di Indonesia, sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi dan kerja sama yang lebih erat di bidang inovasi,” kata Steinmeier.

Ia menambahkan bahwa kehadiran yang kuat dari perusahaan-perusahaan Jerman di Indonesia menunjukkan bahwa negara ini tetap menjadi tujuan investasi yang menarik dan menjanjikan. Jerman tetap menjadi mitra dagang dan investor terbesar Indonesia di Eropa.Menurut data pemerintah, total perdagangan bilateral antara Indonesia dan Jerman mencapai US$6,15 miliar pada tahun 2024, sementara investasi langsung Jerman mencapai US$343 juta pada periode yang sama.