Indonesia: Keselamatan penduduk dan pekerja terancam akibat beberapa bendungan yang jebol di Kawasan Industri Morowali, tempat pengolahan nikel
Liga335 – Artikel Indonesia: Keselamatan penduduk dan pekerja terancam akibat beberapa kegagalan bendungan di Kawasan Industri Morowali di Indonesia, tempat pengolahan nikel
Pada tanggal 21 Maret 2025, laporan Earthworks menuduh bahwa fasilitas tailing di dalam IMIP, yang dimiliki oleh PT Qing Mei Bang (QMB) New Energy Materials, telah dilanggar, yang diakibatkan oleh praktik yang sangat meragukan karena tailing dibangun di atas kolam yang terisi, yang kemungkinan besar menyebabkan permukaan air yang tinggi di dalam fasilitas tersebut. Fasilitas tailing tersebut runtuh dan diduga menewaskan tiga orang pekerja. Laporan tersebut juga menuduh bahwa sistem pengelolaan limbah dari fasilitas tailing, yang mengandung sejumlah besar bahan yang sangat korosif dan beracun dari High-Pressure Acid Leach (HPAL) mencemari sungai Bahodopi dan desa Labota di Morowali, dengan gelombang air berwarna merah dan zat-zat logam berat, yang berpotensi menimbulkan masalah kesehatan bagi para pekerja.
Pada tanggal 16 Maret 2025, laporan Earthworks menuduh bahwa fasilitas tailing yang dioperasikan oleh PT Huayue Nickel Cobalt yang dihasilkan dari praktik yang sangat meragukan karena tailing dibangun di atas kolam yang terisi, yang kemungkinan besar mengakibatkan tingginya permukaan air di dalam fasilitas tersebut. Laporan tersebut juga menuduh bahwa sistem pengelolaan limbah dari fasilitas tailing, yang mengandung sejumlah besar bahan yang sangat korosif dan beracun dari High-Pressure Acid Leach (HPAL) telah mencemari sungai Bahodopi dan desa Labota di Morowali, dengan gelombang air berwarna merah dan zat-zat logam berat, sehingga membahayakan kesehatan para pekerja dan 341 keluarga.
“Beberapa Bendungan Jebol di Fasilitas Penambangan Nikel Indonesia”, 28 Maret 2025
Tiga orang dikhawatirkan tewas dan ratusan lainnya berisiko terkena dampak negatif terhadap kesehatan setelah beberapa bendungan tailing, yang menyimpan limbah tambang beracun, jebol di dalam kawasan industri di Indonesia.
Menurut kesaksian media dan pekerja, pada tanggal 16 Maret, fasilitas penyimpanan tailing PT Huayue Nickel Cobalt dibobol, dan tailing yang dicairkan mengalir ke Sungai Bahadopi. Pembobolan tersebut mengakibatkan banjir. eberapa fasilitas tailing di Indonesia Morowali Industrial Park (IMIP) dan desa Labota tercemar oleh air berwarna merah, sehingga membahayakan kesehatan para pekerja dan 341 keluarga yang terpapar logam berat.
Pada tanggal 21 Maret, fasilitas tailing di dalam IMIP, yang dimiliki oleh PT Qing Mei Bang (QMB) New Energy Materials, ambruk dan menewaskan tiga orang pekerja.
Fasilitas PT QMB dilaporkan mengalami insiden tambahan pada minggu ini yang membahayakan keselamatan para pekerja. Pada tanggal 27 Maret, video yang dibagikan oleh para pekerja menunjukkan adanya tanah longsor di tempat penimbunan bijih PT QMB di dalam IMIP.
Yayasan Tanah Merdeka (YTM), yang berbasis di Sulawesi Tengah, mengeluarkan pernyataan pers yang menyebut kegagalan penyimpanan di IMIP “sangat berisiko dan berbahaya di daerah dengan curah hujan yang tinggi seperti Morowali.” YTM menyoroti tingginya tingkat deforestasi akibat pertambangan nikel sebagai faktor yang memperparah.

