Indonesia meluncurkan program vaksinasi campak bagi tenaga kesehatan

Indonesia meluncurkan program vaksinasi campak bagi tenaga kesehatan

Indonesia meluncurkan program vaksinasi campak bagi tenaga kesehatan

Liga335 – Indonesia Meluncurkan Vaksinasi Campak bagi Tenaga Kesehatan
Berita terkait: Kementerian Kesehatan Mendorong Vaksinasi Campak bagi Tenaga Kesehatan
Jakarta (ANTARA) – Kementerian Kesehatan Indonesia telah mulai memberikan vaksin campak-rubella (MR) kepada tenaga medis dan tenaga kesehatan di daerah-daerah berisiko tinggi, dengan menargetkan puluhan ribu orang sebagai bagian dari upaya untuk menekan peningkatan kasus. ““Imunisasi MR akan diberikan kepada 39.212 tenaga medis dan 223.

150 tenaga kesehatan di 14 provinsi dengan jumlah kasus campak tertinggi, serta 28.321 dokter umum dan dokter spesialis perawatan intensif di seluruh Indonesia,” kata Pelaksana Tugas Direktur Jenderal Pengendalian Penyakit Andi Saguni dalam konferensi pers pada Jumat.Sejauh ini, 565 tenaga medis dan kesehatan telah menerima vaksin campak, katanya, menandai fase awal peluncuran program ini.

Saguni menambahkan bahwa tenaga medis yang telah menerima dua dosis vaksin campak tidak memerlukan suntikan tambahan. “Namun, mereka yang hanya menerima satu dosis akan mendapatkan dosis penguat. Mereka “Mereka yang tidak memiliki riwayat imunisasi akan menerima dua dosis dengan selang waktu minimal 28 hari,” ujarnya.

Setiap dosis berukuran 0,5 mililiter dan diberikan secara subkutan, atau disuntikkan ke dalam jaringan lemak di bawah kulit. Dalam acara yang sama, Direktur Rumah Sakit Kota Bandung Nitta Kurniati menyambut baik program tersebut, menyebutnya sebagai langkah tepat waktu untuk melindungi baik tenaga kesehatan maupun masyarakat luas dari infeksi campak. ““Di Bandung, sekitar 20 vial akan digunakan per sesi untuk memvaksinasi 160 penerima di Rumah Sakit Kota Bandung,” katanya.

Sementara itu, Direktur Utama Rumah Sakit Adam Malik, Zainal Safri, mengatakan bahwa institusinya sepenuhnya mendukung gerakan imunisasi nasional. ““Kami berharap kasus campak, termasuk di kalangan tenaga kesehatan, tidak terulang, karena vaksinasi sebelumnya tidak selalu menjamin perlindungan penuh,” katanya. Ia menambahkan bahwa rumah sakit telah menerima 16 vial vaksin MR, cukup untuk memvaksinasi 160 tenaga kesehatan dan penerima sasaran lainnya pada hari Jumat.