Indonesia menargetkan peluncuran pasar karbon skala penuh pada pertengahan 2026.

Indonesia menargetkan peluncuran pasar karbon skala penuh pada pertengahan 2026.

Indonesia menargetkan peluncuran pasar karbon skala penuh pada pertengahan 2026.

Liga335 daftar – Indonesia menargetkan peluncuran pasar karbon nasional secara penuh pada pertengahan 2026
Pemerintah Indonesia menargetkan operasional penuh pasar karbon nasional pada akhir Juni 2026, dengan transaksi skala besar diperkirakan akan dimulai pada bulan berikutnya. Utusan Khusus Presiden Prabowo Subianto untuk Iklim dan Energi, Hashim Djojohadikusumo, mengatakan bahwa jadwal tersebut sejalan dengan Peraturan Presiden Nomor 110 Tahun 2025 tentang Instrumen Nilai Ekonomi Karbon dan Pengendalian Emisi Gas Rumah Kaca Nasional.“Peraturan presiden yang mengatur dan menetapkan pasar karbon dapat dilihat sebagai game changer,” katanya di Forum Keberlanjutan ESG 2026 di Jakarta pada Selasa.

Hashim menyoroti bahwa peraturan tersebut menetapkan ketentuan mengenai nilai ekonomi emisi karbon, termasuk mekanisme perdagangan kredit karbon, Sistem Pendaftaran Unit Karbon, perlindungan terhadap penghitungan ganda, dan hubungan antara pasar karbon domestik dan internasional.Dia menekankan bahwa pemerintah sedang bekerja untuk mengintegrasikan beberapa ca Sistem pendaftaran karbon ke dalam kerangka kerja nasional tunggal untuk meningkatkan efisiensi dan akuntabilitas dalam catatan transaksi. Integrasi tersebut, lanjut Hashim, merupakan prasyarat utama agar pasar karbon Indonesia dapat beroperasi sesuai standar internasional dan memperoleh kepercayaan dari pemangku kepentingan global.

Hashim kemudian menyoroti potensi besar Indonesia untuk memperoleh manfaat ekonomi dari perdagangan karbon, mengutip minat internasional yang semakin meningkat terhadap kredit karbon, terutama yang berasal dari sumber daya alam.Dalam hal ini, ia menekankan keunggulan Indonesia dalam solusi berbasis alam, merujuk pada hutan luas, mangrove, padang lamun, dan ekosistem lautnya, yang telah menarik perhatian investor karbon global. Hashim menambahkan bahwa pemerintah Indonesia bertekad memanfaatkan potensi geologis Indonesia untuk mengembangkan teknologi penangkapan dan penyimpanan karbon.

Ia mengatakan upaya pemerintah Indonesia dalam membangun ekosistem perdagangan karbon yang andal telah disambut baik. Secara global, hal ini tercermin dari respons positif yang disampaikan di berbagai forum internasional. “Peraturan presiden mengenai pasar karbon telah menarik minat yang kuat dari para pemangku kepentingan internasional,” ujarnya.

Ia mengharapkan bahwa operasional pasar karbon akan memberikan Indonesia sumber pendanaan baru yang kuat untuk mendukung perlindungan lingkungan, konservasi hutan, transisi energi, dan pertumbuhan ekonomi yang lebih luas, sekaligus berkontribusi pada tujuan iklim global dan keberlanjutan.