Indonesia mengecam peluncuran rudal Korea Utara…
Liga335 – Pemerintah Indonesia mengecam uji coba rudal yang dilakukan oleh Korea Utara pada Senin, 28 Agustus 2017, sebagaimana dinyatakan dalam pernyataan pers Kementerian Luar Negeri Indonesia yang diterima oleh Antara di sini pada Selasa. Pemerintah Indonesia dengan tegas mengecam uji coba rudal yang dilakukan oleh Korea Utara, karena telah melanggar wilayah udara negara lain dan membahayakan rute penerbangan pesawat komersial.
Pemerintah Indonesia menegaskan bahwa uji coba rudal tersebut bertentangan dengan kewajiban Korea Utara terhadap resolusi Dewan Keamanan PBB, khususnya resolusi 2270 dan 2321 tahun 2016 serta 2356 dan 2371 tahun 2017.
Indonesia telah mendesak Korea Utara untuk memenuhi kewajibannya secara internasional, termasuk melaksanakan resolusi Dewan Keamanan PBB. Selain itu, pemerintah Indonesia telah menegaskan kembali bahwa stabilitas di Semenanjung Korea sangat penting. Oleh karena itu, Indonesia telah mengundang semua negara untuk berkontribusi dalam menciptakan perdamaian dan stabilitas di kawasan tersebut.
Selain itu, pemerintah telah. Mendorong semua pihak untuk menahan diri dan tidak mengambil tindakan yang dapat semakin memperburuk ketegangan di Semenanjung Korea. Pemimpin Korea Utara Kim Jong-un telah memerintahkan produksi lebih banyak mesin roket berbahan bakar padat dalam upaya mewujudkan program nuklir dan rudalnya di tengah sengketa negara tersebut dengan AS.
Sebelumnya, wakil duta besar Korea Utara di PBB telah memberitahu Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres bahwa program senjata nuklir Korea Utara tidak dapat dinegosiasikan selama “kebijakan musuh AS dan ancaman nuklirnya terus berlanjut.”
“Selama kebijakan musuh AS dan ancaman nuklirnya terus berlanjut, Korea Utara tidak akan pernah menempatkan program pencegahan nuklirnya di meja perundingan atau mundur dari jalurnya sendiri, yaitu cara untuk memperkuat kekuatan nuklir negara,” kata pemimpin Korea Utara selama percakapan telepon dengan Guterres. Sementara itu, Sekretaris Jenderal PBB Guterres mengatakan saatnya untuk “meredakan retorika dan mendorong diplomasi” terkait Korea Utara.

