Indonesia Mengisyaratkan Kenaikan Biaya Haji, Menteri: 'Tidak Akan Membebani Jemaah Haji'
Liga335 daftar – TEMPO.CO, Jakarta – Indonesia diperkirakan akan menghadapi kenaikan biaya haji di tengah melonjaknya harga bahan bakar pesawat dan pelemahan nilai tukar rupiah yang dipicu oleh perang di Timur Tengah. Menteri Haji dan Umrah, Mochamad Irfan Yusuf, mengatakan Presiden Prabowo Subianto tidak ingin jemaah haji menanggung biaya tambahan tersebut.
“Presiden Prabowo berharap bahwa apa pun yang terjadi, jemaah haji tidak dibebani oleh kenaikan biaya haji,” kata Irfan dalam rapat kerja dengan Komisi VIII DPR di Jakarta pada Rabu, 8 April 2026. Pemerintah Indonesia, katanya, sedang menghitung biaya riil operasional haji tahun ini setelah harga komoditas global melonjak. Namun Irfan memastikan bahwa pemerintahan Prabowo berkomitmen untuk mencari solusi agar jemaah haji tidak harus membayar biaya tambahan.
Baik dengan atau tanpa perubahan rute penerbangan, pemerintah memperkirakan biaya haji akan naik. Jika rute penerbangan haji awal tetap diambil, Kementerian Agama mencatat bahwa biaya rata-rata per jemaah naik dari Rp33,5 juta menjadi Rp46,9 juta, yang berarti kenaikan sebesar 39,85 persen. Kenaikan yang lebih tinggi lagi diperkirakan akan terjadi jika para jemaah haji harus mengambil rute penerbangan yang berbeda menuju Arab Saudi.
Karena rute alternatif tersebut akan menambah waktu perjalanan selama empat jam, konsumsi avtur tambahan sebesar 12.000 ton akan menaikkan biaya haji menjadi Rp51,8 juta, atau melonjak 51,48 persen. Perkiraan tersebut berasal dari perhitungan Garuda Indonesia, yang mengusulkan biaya tambahan sebesar Rp7,9 juta per jemaah dengan harga avtur US$116 sen per liter.
Sementara itu, Saudi Airlines mengusulkan biaya tambahan sebesar US$480 per jemaah dengan harga avtur US$1.374 sen per liter. “Operasi haji tahun ini berada di bawah tekanan faktor-faktor global yang semakin kompleks, sehingga memerlukan peningkatan efisiensi, koordinasi, dan mitigasi untuk memastikan keberlanjutan pembiayaan haji,” kata Irfan.

