Mahasiswa LPDP Diperingatkan karena Mengkritik Pemerintah
Slot online terpercaya – TEMPO.CO, Jakarta – Sebuah foto Bhima Yudhistira Adhinegara, Direktur Eksekutif Pusat Studi Ekonomi dan Hukum (Celios), yang ditampilkan di situs web resmi Dana Abadi Pendidikan (LPDP), beredar luas di X pada pertengahan Februari 2026. Akun-akun anonim membagikan ulang gambar tersebut, menuduh Bhima sebagai alumni LPDP yang telah mengkhianati janji pelayanannya.
Akun-akun tersebut, masing-masing dengan kurang dari 5.000 pengikut, menuduh Bhima sering mengkritik kebijakan Presiden Prabowo Subianto, termasuk program makan siang bergizi gratis. Celios, lembaga think tank yang dipimpin Bhima, pernah menerbitkan penelitian yang memperkirakan program makan siang tersebut berpotensi menghabiskan anggaran negara Rp3 triliun hingga Rp5 triliun (sekitar US$180-300 juta) per bulan.
“Saya dituduh mengkhianati janji,” kata Bhima di Palmerah, Jakarta Barat, pada Kamis, 26 Februari 2026. Bhima menerima beasiswa LPDP untuk belajar di Universitas Bradford, Inggris, pada tahun 2013. Ia mengatakan kotak masuk media sosialnya dibanjiri pesan dari akun anonim yang menuduhnya.
Akun-akun tersebut memperingatkan dia agar tidak mengkritik pemerintah karena dia pernah menerima dana LPDP. Para pengirim juga mengungkapkan informasi pribadi, termasuk latar belakang pendidikan dan alamat emailnya. Dua peneliti Celios yang juga alumni LPDP menerima ancaman serupa di media sosial.
Mereka menerima pesan anonim yang mengungkapkan detail tentang latar belakang keluarga mereka. Akun-akun tersebut kemudian menghapus postingannya. Bacalah Cerita Lengkapnya di Majalah Tempo English.

