Menciptakan warisan: Perjalanan Tiger Beer dari masa ke masa

Menciptakan warisan: Perjalanan Tiger Beer dari masa ke masa

Menciptakan warisan: Perjalanan Tiger Beer dari masa ke masa

Slot online terpercaya – Tiger Beer telah membuktikan kemampuannya baik di Singapura maupun di luar negeri.
Hingga saat ini, berbagai hal baru terus berkembang bagi merek lokal ini yang telah menjadi bagian dari sejarah Singapura dan kehidupan masyarakatnya selama hampir satu abad.
Pada akhir tahun 2027, produksi Tiger Beer dan produk-produk lainnya akan dipindahkan ke pabrik-pabrik bir di Malaysia dan Vietnam, seiring dengan penutupan bertahap pabrik birnya di Tuas.

Berikut ini adalah kilas balik perjalanan merek lokal ini hingga saat ini.

1932: Awal Mula Segalanya

Tiger Beer diciptakan oleh Malayan Breweries, sebuah kolaborasi antara perusahaan bir Belanda Heineken dan perusahaan F&B Fraser and Neave (F&N).
Bir ini diluncurkan pada 1 Oktober 1932, dengan slogan “Time for a Tiger” disertai acara degustasi gratis untuk sekitar 200 orang, di mana banyak peminum non-reguler kembali untuk gelas kedua, dan terkadang ketiga, menurut The Straits Times.
Malayan Breweries juga menginvestasikan $1 juta untuk membuka fasilitas produksi bir di sepanjang Jalan Alexandra hanya setahun sebelumnya, menurut publikasi BiblioAsia dari National Library Board.

Pertengahan 1930-an: Menuju Ketenaran

Bir buatan lokal ini menjadi populer dalam beberapa tahun, baik di dalam negeri maupun di luar negeri.
Menurut Asian Pacific Breweries, Skuadron 230 Angkatan Udara Kerajaan Malaya begitu menggemari Tiger Beer hingga mereka mengadaptasi logo bir tersebut untuk dijadikan lambang unit mereka.
Tiger Beer juga populer di Hong Kong, yang menjadi incaran Malayan Breweries.

Perusahaan tersebut melakukan ekspansi pertamanya pada tahun 1937, menurut laporan tahunan 1989.

1942: Tiger Cub

Selama Pendudukan Jepang, fasilitas Malayan Breweries disita dan dioperasikan oleh pihak Jepang.
Selama periode ini, mereka mengembangkan Tiger Cub — varian bir yang membutuhkan lebih sedikit malt untuk diproduksi dan dikemas dalam botol yang lebih kecil — akibat kelangkaan malt.
Tiger Beer asli kembali ke rak-rak pada tahun 1947.

1960-an hingga 1970-an: Kemasan baru, penampilan di TV

Tiger Beer meluncurkan bir kaleng pertamanya pada tahun 1964, tepat saat Singapura merdeka.
Merek ini juga tampil pertama kali di televisi melalui sebuah iklan pada tahun 197 3.

1981: Perjalanan ke Barat

Pada tahun 1981, Malayan Breweries mulai mengekspor Tiger Beer, di antara produk-produk lainnya, ke Inggris dan Jerman, di mana produk tersebut disambut dengan baik.

1990: Sesuatu yang baru sedang disiapkan

Pada tahun 1990, Malayan Breweries berganti nama menjadi Asian Pacific Breweries (APB).
Setelah lebih dari 60 tahun, perusahaan memindahkan pabrik birnya di Alexandra Road ke fasilitas senilai $200 juta di Tuas.

2008: Tiger Sky Tower

Menara Carlsberg Sky Tower setinggi 131 meter di Stasiun Imbiah, Sentosa, berganti nama menjadi Tiger Sky Tower pada tahun 2008 setelah pergantian sponsor.
Menara observasi ini, yang menawarkan pemandangan panorama pulau serta cakrawala Singapura kepada para pengunjung, merupakan salah satu destinasi favorit di Sentosa hingga ditutup secara permanen pada tahun 2018.

2012: Tiger Brewery Tour

Pada tahun 2012, APB menjadi anak perusahaan Heineken.
Perusahaan ini juga meluncurkan Tiger Brewery Tour, yang memberikan pengunjung kesempatan untuk melihat proses pembuatan bir Tiger dari balik layar, dilanjutkan dengan sesi mencicipi.

2016 hingga 2017: Mendukung budaya warung kaki lima

Sepanjang tahun 2016 dan 2017, Tiger Beer meluncurkan berbagai inisiatif Inisiatif-inisiatif untuk mendukung para pedagang kaki lima dan meningkatkan kesadaran akan budaya pedagang kaki lima di Singapura.
Salah satu inisiatif tersebut adalah Tiger Street Food Support Fund, di mana merek lokal tersebut memberikan hibah sebesar $10.000 kepada 25 pedagang kaki lima.

Tiger Beer juga memperbarui logonya untuk merayakan ulang tahun ke-85 pada tahun 2017.

2019: Bir baru, penampilan di film

Tiger Beer meluncurkan Tiger Crystal — pilihan bir dengan kadar alkohol lebih rendah untuk dinikmati dalam waktu lama — pada tahun 2019.
Bir ini diseduh menggunakan proses penyaringan dingin kristal pada suhu -1 derajat Celcius.
Pada tahun yang sama, Tiger Beer juga tampil dalam film horor IT Chapter Two.

2021: Masuk ke alam semesta Marvel

Kepada kejutan dan kegembiraan para penggemar Marvel Cinematic Universe (MCU) di Singapura, Tiger Beer tampil dalam serial Disney+ tahun 2021, The Winter Soldier.
Minuman ini menjadi pilihan Bucky “Winter Soldier” Barnes (diperankan oleh Sebastian Stan) selama adegan kencan dalam serial tersebut.

2023: Menunggangi Gelombang K-Wave

Lager yang dicampur Tiger Soju adalah lini minuman baru lainnya yang diluncurkan oleh merek ini pada tahun 2023 untuk menarik minat para y Kaum muda.
Kampanye ini terinspirasi dari somaek — perpaduan antara soju dan maekju (bir dalam bahasa Korea) yang menjadi populer berkat drama dan acara variety Korea.
Tiger berkolaborasi dengan bintang K-pop G-Dragon untuk mempromosikan minuman baru ini dan mengadakan acara bertajuk Twist to the Night, yang menampilkan penampilan dari penyanyi-penulis lagu Korea LeeHi dan band alternatif Balming Tiger.

2026: Awal yang baru

Menurut BibloAsia, Tiger Beer saat ini diproduksi di 11 negara dan tersedia di lebih dari 75 negara.
Pada akhir 2027, produksi Tiger Beer dan produk lainnya akan dipindahkan ke pabrik bir di Malaysia dan Vietnam.
APB Singapore akan fokus pada logistik regional dan perencanaan bisnis, untuk tujuan tersebut fasilitas Tuas akan direvitalisasi.

[[nid:732219]]
bhavya.rawat@.