Pemilu Indonesia 2024: Semakin banyak selebriti yang bersaing untuk menjadi anggota parlemen. Apa yang menjadi pendorongnya?
Liga335 daftar – JAKARTA: Mereka mungkin tak lagi menghiasi layar perak, lagu-lagu mereka pun tak lagi mendominasi gelombang radio, namun pada Rabu (14 Feb), wajah puluhan bintang film, pembawa acara televisi, komedian, dan musisi Indonesia akan terpampang di jutaan surat suara di seluruh negeri saat ekonomi terbesar di Asia Tenggara ini menggelar pemilihan umum parlemen. Selama berbulan-bulan, jalanan di Indonesia dipenuhi poster dan spanduk kampanye milik tokoh-tokoh seperti bintang televisi era 90-an Gusti Randa, penyanyi-penulis lagu Melly Goeslaw, dan pembawa acara bincang-bincang Uya Kuya, yang semuanya akan bersaing memperebutkan kursi di parlemen nasional pada pemilu Hari Valentine ini. Mereka bergabung dengan 14 selebriti Indonesia yang beralih karier ke dunia politik menjelang pemilihan ini dan kini sedang berkampanye untuk terpilih kembali sebagai anggota parlemen (Anggota DPR).
Di antara mereka adalah komedian Eko Patrio, bintang film Desy Ratnasari, dan musisi senior Kris Dayanti. Dengan tingkat pengenalan nama yang luas, para selebriti tampaknya memiliki keunggulan. Mereka memiliki keunggulan yang jelas dalam pemilihan umum dibandingkan politisi karier.
Pada pemilihan legislatif 2019, setidaknya 54 aktor, tokoh televisi, dan musisi mencalonkan diri sebagai anggota DPR. Jumlah tersebut belum termasuk selebriti yang mencalonkan diri sebagai gubernur, bupati, walikota, atau wakilnya. Tahun ini, setidaknya ada 82 orang dari industri hiburan yang mencalonkan diri sebagai anggota DPR.
Indonesia akan menggelar pemilihan daerah untuk memilih gubernur, bupati, dan walikota pada bulan November, dan daftar calon untuk pemilihan tersebut belum diumumkan. Dengan jumlah selebriti yang mencalonkan diri untuk jabatan publik yang tampaknya terus meningkat di Indonesia, para analis khawatir partai-partai politik semakin cenderung mencalonkan selebriti sebagai calon anggota DPR, sehingga kader-kader mereka yang kurang terkenal memiliki sedikit peluang untuk bersinar dan naik pangkat di dalam partai. Para ahli juga khawatir mengenai bagaimana kinerja para politisi selebriti ini jika mereka terpilih dan menjabat sebagai pejabat publik.

