Perry Warjiyo: Perekonomian Indonesia diperkirakan tumbuh hingga 5,7% pada tahun 2026
Liga335 daftar – BI memproyeksikan pertumbuhan ekonomi tahun 2026 sebesar 4,9–5,7%, didukung oleh permintaan domestik yang kuat.
Gubernur Bank Indonesia, Perry Warjiyo, memperkirakan pertumbuhan ekonomi Indonesia akan mencapai antara 4,9% dan 5,7% pada tahun 2026.
Ia menekankan bahwa bank sentral terus memperkuat bauran kebijakannya—yang mencakup langkah-langkah moneter, makroprudensial, dan sistem pembayaran—secara sinergis dengan kebijakan pemerintah untuk menjaga stabilitas sekaligus mendukung pertumbuhan ekonomi.
Berbicara pada pengumuman Rapat Dewan Gubernur (RDG) April 2026, yang digelar secara virtual di Jakarta pada Rabu (22/4), Perry mengatakan pertumbuhan perlu dipertahankan di tengah prospek global yang memburuk.
Indikator terkini menunjukkan bahwa perekonomian tumbuh pada kuartal pertama 2026, terutama didorong oleh permintaan domestik yang kuat.
Konsumsi rumah tangga meningkat, didukung oleh membaiknya kepercayaan konsumen, tingkat pendapatan yang stabil, serta lonjakan permintaan selama perayaan Idul Fitri 1447 H.
Pengeluaran pemerintah Pengeluaran juga meningkat, didorong oleh pencairan tunjangan hari raya (THR), peningkatan belanja sosial, dan berbagai insentif, termasuk transfer dana kepada pemerintah daerah.
Sementara itu, investasi—terutama di sektor konstruksi—tetap kuat, didukung oleh percepatan program-program prioritas pemerintah.
Menatap ke depan, Perry mengatakan bahwa koordinasi kebijakan antara pemerintah dan Bank Indonesia perlu diperkuat lebih lanjut untuk menghadapi prospek ekonomi global yang melemah.
Langkah-langkah kebijakan akan diarahkan untuk memitigasi dampak perlambatan global sekaligus meningkatkan permintaan domestik sebagai pendorong utama pertumbuhan.
Ia menambahkan bahwa program-program prioritas pemerintah akan terus berfokus pada penciptaan lapangan kerja, penguatan permintaan domestik, dan peningkatan ketahanan fiskal.
Di bidang moneter, Perry menegaskan bahwa BI telah mempertahankan suku bunga acuan pada level 4,75% pada April 2026, memperpanjang kebijakan suku bunga yang tidak berubah selama tujuh bulan berturut-turut sejak September 2025.

