Purbaya Indonesia Memproyeksikan Pertumbuhan Ekonomi 5,4% pada Tahun 2026

Purbaya Indonesia Memproyeksikan Pertumbuhan Ekonomi 5,4% pada Tahun 2026

Purbaya Indonesia Memproyeksikan Pertumbuhan Ekonomi 5,4% pada Tahun 2026

Liga335 daftar – TEMPO.CO, Jakarta – Kementerian Keuangan Indonesia telah mengumumkan asumsi makroekonomi dinamis yang optimis. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memperkirakan perekonomian Indonesia akan tumbuh sebesar 5,4 persen pada tahun 2026.

Pada kuartal pertama tahun 2026, pertumbuhan ekonomi tercatat sebesar 5,61 persen, lebih tinggi dari pertumbuhan tahun lalu sebesar 5,11 persen secara tahunan. “Ini berdasarkan asumsi makroekonomi. Pertumbuhan ekonomi akan berada di angka 5,4 persen.

Angka terbaru adalah 5,61 persen. Nilai tukar rupiah hingga saat ini rata-rata 17.057 year-to-date, sedangkan asumsi dalam APBN adalah 16.

500,” kata Purbaya dalam konferensi pers APBN KiTA di Jakarta pada Jumat, 5 Juni 2026. Kementerian juga menargetkan tingkat inflasi tahun ini tetap di angka 2,5 persen, namun per Mei 2026, inflasi tercatat sebesar 3,08 persen. Angka ini sedikit lebih tinggi dibandingkan inflasi aktual sepanjang tahun 2025, yang sebesar 2,92 persen.

Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS ditetapkan sebesar Rp16.500 per dolar AS dolar dalam anggaran negara tahun 2026. Per 3 Juni 2026, nilai tukar tengah Bank Indonesia tercatat sebesar Rp17.

057 per dolar AS sejak awal tahun dan Rp17.863 per dolar AS. Sementara itu, imbal hasil Surat Utang Negara (SBN) bertenor 10 tahun dalam APBN 2026 ditetapkan sebesar 6,9 persen.

Per 26 Mei 2026, imbal hasil SBN tercatat sebesar 6,48 persen year-to-date dan 6,67 persen pada akhir periode pengamatan. Untuk komoditas energi, asumsi harga Minyak Mentah Indonesia (ICP) dalam APBN 2026 ditetapkan sebesar US$70 per barel. Namun, realisasi aktual hingga Mei 2026 mencapai US$91,9 per barel.

Sementara itu, produksi minyak ditetapkan sebesar 610 ribu barel per hari, sedangkan realisasi aktual hingga Februari 2026 hanya mencapai 535,8 ribu barel per hari. Di sisi lain, target produksi gas ditetapkan sebesar 984 ribu barel setara minyak per hari pada tahun 2026. Hingga Februari 2026, realisasi aktual mencapai 957,9 ribu barel setara minyak per hari.

Purbaya menyebutkan bahwa tingginya eco Pertumbuhan ekonomi didukung oleh peningkatan konsumsi rumah tangga, investasi, dan percepatan belanja pemerintah. Inflasi diperkirakan tetap terkendali seiring dengan penurunan harga pangan yang fluktuatif dan harga yang ditetapkan pemerintah, didukung oleh kebijakan harga energi dan pangan untuk menjaga daya beli masyarakat. Depreasiasi nilai tukar rupiah dipengaruhi oleh faktor-faktor geopolitik dan arah kebijakan moneter global.

Pergerakan imbal hasil SBN juga dipengaruhi oleh dinamika global, meskipun level dan volatilitasnya masih dapat dijaga. Kenaikan harga minyak global dipengaruhi oleh gangguan rantai pasokan akibat konflik di Timur Tengah dan perkembangan kebijakan internasional. Sementara itu, optimalisasi produksi minyak dan gas terus berlanjut di tengah kondisi pasar komoditas yang masih bergejolak.