S&P DJI memperingatkan bahwa saham-saham Indonesia berisiko mengalami penurunan peringkat

S&P DJI memperingatkan bahwa saham-saham Indonesia berisiko mengalami penurunan peringkat

S&P DJI memperingatkan bahwa saham-saham Indonesia berisiko mengalami penurunan peringkat

Liga335 – Status pasar Indonesia akan ditinjau ulang terkait kekhawatiran soal transparansi kepemilikan saham
S&P Dow Jones Indices (S&P DJI) telah mengeluarkan peringatan kepada Indonesia terkait transparansi kepemilikan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI).
Penyedia indeks global tersebut menyatakan bahwa status klasifikasi pasar Indonesia dapat ditinjau ulang jika masalah transparansi kepemilikan saham tidak terselesaikan dalam waktu satu tahun sejak penerapan perlakuan khusus.
Dalam tinjauan klasifikasi pasar terbarunya, S&P DJI menyatakan bahwa pihaknya memantau perkembangan reformasi di pasar modal Indonesia, termasuk kemajuan dalam pengungkapan data kepemilikan saham dan pedoman yang diterbitkan oleh IDX.

“Jika kondisi memburuk, S&P DJI akan mempertimbangkan untuk menerapkan perlakuan khusus bagi saham-saham dari Indonesia,” kata S&P DJI dalam pengumuman yang dirilis pada Rabu pagi (8 Juli) waktu Indonesia.
Setelah penerapan perlakuan khusus tersebut, perubahan apa pun terhadap klasifikasi pasar ekuitas Indonesia akan dilakukan pada tinjauan tahun berikutnya. periode peninjauan.

Hal ini berpotensi mengakibatkan Indonesia diturunkan statusnya dari Pasar Berkembang (Emerging Market) menjadi Pasar Perbatasan (Frontier Market).
Selain Indonesia, Turki juga menghadapi masalah serupa akibat isu transparansi kepemilikan saham. S&P DJI juga membuka kemungkinan untuk mereklasifikasi pasar saham Turki dari Pasar Berkembang (Emerging Market) menjadi Pasar Perbatasan (Frontier Market) dalam peninjauan berikutnya.

Sebagai referensi, bobot Indonesia dalam Indeks Pasar Berkembang S&P DJI berada di angka 1,68% per 15 Mei 2026. Negara-negara dengan bobot terbesar dalam indeks tersebut adalah Tiongkok sebesar 32,40%, Taiwan sebesar 22,44%, dan India sebesar 18,76%.