IMF Memuji Indonesia sebagai 'Titik Terang' dalam Perekonomian Global, Kata Purbaya
Taruhan bola – TEMPO.CO, Jakarta – Menteri Keuangan Indonesia Purbaya Yudhi Sadewa mengatakan bahwa Dana Moneter Internasional (IMF) memuji Indonesia sebagai “titik terang” dalam perekonomian global, dengan mengacu pada fundamental ekonominya yang kuat.
“IMF memuji Indonesia sebagai salah satu titik terang dalam perekonomian global berkat fondasi ekonominya yang kokoh,” kata Purbaya dalam pernyataan resmi yang diterima di Jakarta pada Senin, 20 April.
Dalam pertemuan dengan Direktur Pelaksana IMF Kristalina Georgieva, Purbaya menekankan bahwa Indonesia terus mempertahankan kondisi fiskal yang sehat dan cadangan anggaran yang memadai di tengah ketidakpastian global yang masih berlangsung.
IMF juga menyampaikan apresiasi terhadap kerangka kebijakan Indonesia yang kredibel serta langkah-langkah yang diambil untuk menjaga stabilitas ekonomi.
Dalam pertemuan terpisah dengan Ajay Banga, Presiden Kelompok Bank Dunia, Purbaya memaparkan serangkaian reformasi pemerintah yang bertujuan meningkatkan produktivitas dan daya saing.
Hal ini mencakup pengembangan industri hilir, transformasi digital, dan ef Upaya untuk meningkatkan iklim investasi, dengan tujuan mencapai pertumbuhan ekonomi sebesar 8 persen dalam jangka menengah dan meraih status negara berpenghasilan tinggi pada tahun 2045.
Pemerintah juga menerapkan pendekatan yang lebih terintegrasi untuk meningkatkan produktivitas, mendukung pertumbuhan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), mengurangi sektor informal, serta memperluas sektor-sektor dengan nilai tambah yang lebih tinggi seperti jasa, guna menciptakan lapangan kerja yang lebih inklusif dan berkualitas lebih tinggi.
Purbaya menyoroti rencana untuk memperkuat UMKM melalui reformasi kelembagaan dalam penyaluran kredit, serta fokus pada transisi energi melalui pengembangan energi baru dan terbarukan, khususnya sumber daya panas bumi di Indonesia.
Bank Dunia menyatakan kesiapannya untuk mendukung agenda pembangunan Indonesia melalui Kerangka Kerja Kemitraan Negara (CPF) dan mendorong pemerintah untuk mengajukan program-program prioritas dalam waktu dekat.
Purbaya menghadiri Pertemuan Musim Semi IMF dan Kelompok Bank Dunia, di mana ia juga mengadakan serangkaian pertemuan bilateral pertemuan penting dengan para mitra utama, termasuk Kepala IMF Kristalina Georgieva, Presiden Bank Dunia Ajay Banga, Mathias Cormann dari Organisasi untuk Kerja Sama dan Pembangunan Ekonomi (OECD), Menteri Keuangan Tiongkok Lan Fo’an, Menteri Keuangan dan Ekonomi Polandia Andrzej Domaski, serta Menteri Keuangan Australia Jim Chalmers.

