Indonesia dan Inggris Menandatangani Nota Kesepahaman tentang Pembangunan Berkelanjutan dan Ekonomi Hijau

Indonesia dan Inggris Menandatangani Nota Kesepahaman tentang Pembangunan Berkelanjutan dan Ekonomi Hijau

Indonesia dan Inggris Menandatangani Nota Kesepahaman tentang Pembangunan Berkelanjutan dan Ekonomi Hijau

Slot online terpercaya – TEMPO.CO, Jakarta – Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional Indonesia, Suharso Monoarfa, dan Menteri Urusan Perempuan dan Kesetaraan Inggris, Anneliese Dodds, menandatangani nota kesepahaman (MoU) mengenai pembangunan berkelanjutan dan ekonomi hijau. Kesepakatan ini mencakup isu-isu strategis terkait pembangunan berkelanjutan dan ekonomi hijau, termasuk energi baru dan terbarukan, pengembangan industri hijau, serta pembangunan yang inklusif dan berperspektif gender.

“Perjanjian ini berfokus pada isu-isu strategis, termasuk perubahan iklim, konservasi dan sumber daya alam, pengembangan energi rendah karbon, perencanaan kota, dan transportasi berkelanjutan,” kata Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional, Suharso Monoarfa, dalam pidatonya pada Selasa, 17 September 2024. Menurut Suharso, Indonesia dan Inggris memiliki sejarah panjang kerja sama bilateral. Oleh karena itu, ia mengatakan bahwa program ini diperlukan karena berfungsi sebagai landasan formal bagi kelanjutan kerja sama antara Indonesia dan Inggris.

Pada saat yang sama, Perjanjian ini mengidentifikasi peluang-peluang baru yang selaras dengan prioritas pembangunan Golden Indonesia 2045 dan agenda pembangunan global SDGs 2030. “MoU ini akan menjadi landasan formal bagi kelanjutan kerja sama yang telah kita bangun, serta untuk mengidentifikasi peluang-peluang baru,” jelas Suharso. Anneliese Dodds juga menyambut baik kerja sama ini.

Ia bertujuan untuk membangun kerja sama yang lebih kuat dengan Indonesia dalam isu pembangunan berkelanjutan, terutama terkait pertumbuhan hijau, pembiayaan iklim, dan ketahanan iklim. Ia bahkan menyatakan keinginannya untuk bekerja sama dengan pemerintahan Prabowo Subianto. Menteri Dodds juga dijadwalkan bertemu dengan Wakil Menteri Luar Negeri Pahala Mansury, serta Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya Bakar hari ini.

Besok, menteri Inggris tersebut akan bertemu dengan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Bahlil Lahadalia untuk membahas kemitraan bilateral dalam menangani krisis iklim, kehutanan, transisi energi, dan isu-isu yang lebih luas dalam agenda pembangunan internasional. VEDRO IMMANUEL G.