Sektor Perjalanan dan Pariwisata Indonesia yang Sedang Berkembang Pesat Diperkirakan Akan Menyerap Lebih dari 12,5 Juta Tenaga Kerja
Liga335 – London, Inggris: Studi Dampak Ekonomi (EIR) 2024 dari World Travel & Tourism Council (WTTC) memperkirakan tahun 2024 akan menjadi tahun yang memecahkan rekor bagi sektor Perjalanan & Pariwisata Indonesia, dengan jumlah lapangan kerja di sektor ini diperkirakan akan melampaui angka tahun 2019 dan mencapai lebih dari 12,5 juta.
Tahun ini, data tahunan badan global tersebut memperkirakan sektor ini akan dipenuhi peluang, dengan metrik lain, seperti kontribusi ekonomi dan pengeluaran wisatawan domestik, siap mencetak rekor baru.
Angka terbaru menunjukkan bahwa kontribusi sektor ini terhadap perekonomian Indonesia diperkirakan melampaui IDR 1.
131 triliun tahun ini, mencatat kenaikan yang kuat sebesar 12,3% dari tahun sebelumnya dan peningkatan 7,7% dibandingkan puncak tahun 2019.
Hal ini mencerminkan peran penting sektor ini, yang berkontribusi sebesar 5,1% terhadap PDB nasional.
Pengeluaran wisatawan domestik diproyeksikan mencapai rekor IDR 344 triliun, melampaui level 2019 sebesar 9,7%, sementara pengeluaran wisatawan mancanegara diperkirakan naik menjadi IDR 291 triliun (USD 19,1 miliar), masih di bawah level 2019 sebesar 5,4%.
Indonesia menawarkan lingkungan yang terbuka dan ramah menciptakan iklim yang kondusif bagi investasi pariwisata, yang menawarkan berbagai keuntungan bagi para investor.
Kebijakan terbuka dan langkah-langkah pendukung dari pemerintah mendorong investasi di bidang infrastruktur pariwisata, sehingga membuka peluang besar bagi pertumbuhan dan keuntungan ekonomi.
Julia Simpson, Presiden & CEO WTTC, mengatakan: “Pertumbuhan luar biasa yang dicapai sektor Perjalanan & Pariwisata Indonesia merupakan indikator jelas dari visi strategis dan komitmen pemerintah terhadap sektor ini.
“Kebijakan-kebijakannya telah menumbuhkan lingkungan yang kondusif bagi investasi dan pengembangan, yang secara signifikan meningkatkan status Indonesia sebagai destinasi wisata utama.
Refleksi atas Tahun 2023
Sektor Perjalanan & Pariwisata Indonesia menunjukkan pemulihan yang kuat tahun lalu, tumbuh sebesar 29,5% menjadi hampir Rp 1.008 triliun, yang mewakili 4,8% dari output ekonomi nasional.
Sektor ini menciptakan lebih dari 543 ribu lapangan kerja baru, sehingga totalnya mencapai lebih dari 12 juta, hanya 2,3% di bawah tingkat tahun 2019.
Pengeluaran wisatawan mancanegara mengalami peningkatan yang signifikan tahun lalu, naik 121,2% menjadi Rp 238 triliun, dengan pengeluaran wisatawan domestik .tumbuh 8,2% menjadi Rp 321,4 triliun.
Bagaimana Prospek Dekade Mendatang?
Pada tahun 2034, sektor ini diperkirakan akan menyumbang hampir Rp 1.828 triliun per tahun terhadap PDB Indonesia, yang mewakili 5,3% dari perekonomian. Jumlah tenaga kerja diproyeksikan melampaui 17 juta orang, dengan satu dari sembilan orang bekerja di sektor Perjalanan & Pariwisata.
Di Seluruh Asia Tenggara
Tahun ini, sektor Perjalanan & Pariwisata Asia Tenggara diproyeksikan tumbuh sebesar 20,6% hingga mencapai Rp 5,8 triliun, mewakili 9,7% dari perekonomian kawasan dan melampaui puncak tahun 2019.
Jumlah lapangan kerja diperkirakan mencapai lebih dari 42,4 juta, mewakili pertumbuhan tahunan sebesar 5,6% dan melampaui tingkat tahun 2019.
Pengeluaran internasional diperkirakan tumbuh sebesar 33,2% menjadi Rp 2,3 triliun, masih di bawah level tahun 2019, sementara pengeluaran pengunjung domestik diperkirakan tumbuh hampir 15,8% menjadi Rp 2,8 triliun, naik 6,7% dari level tahun 2019.
WTTC memperkirakan bahwa sektor Perjalanan & Pariwisata di kawasan ini akan terus tumbuh selama dekade mendatang dengan kontribusi PDB yang diperkirakan mencapai hampir IDR 9,9 triliun. Jumlah lapangan kerja diperkirakan melebihi 56,5 juta, c Menciptakan lebih dari 14 juta lapangan kerja baru.
Lihat seluruh data dalam Penelitian Dampak Ekonomi Perjalanan & Pariwisata Indonesia kami di WTTC Research Hub.
Catatan Editor
Penelitian mutakhir ini dilakukan bekerja sama dengan Oxford Economics dengan informasi yang bersumber dari UN Tourism (sebelumnya UNWTO), Oxford Economics, dan basis data nasional yang terpercaya. Semua nilai dinyatakan dalam harga dan nilai tukar konstan tahun 2023, sebagaimana dilaporkan pada Maret 2024, dan dinyatakan dalam IDR.

