Indonesia mendesak dilakukannya transformasi digital yang berpusat pada budaya dalam WSIS
Liga335 – Indonesia Mendorong Transformasi Digital yang Berpusat pada Budaya di WSIS
Berita terkait: Indonesia meluncurkan DEAL 2026 untuk mempercepat transformasi digital
Jakarta (ANTARA) – Menteri Komunikasi dan Informatika Indonesia, Meutya Hafid, mendorong negara-negara di seluruh dunia untuk memandang transformasi digital sebagai sarana untuk mempromosikan dan melestarikan budaya, alih-alih hanya berfokus pada keuntungan ekonomi digital.Ia menyampaikan pandangan Indonesia dalam pertemuan tingkat menteri pada Forum World Summit on the Information Society (WSIS) 2026 di Jenewa, Swiss, pada Jumat (10 Juli), menurut pernyataan yang diterima di Jakarta pada Sabtu.Hafid berpendapat bahwa keberhasilan transformasi digital harus diukur dari dampaknya terhadap kesejahteraan masyarakat dan perkembangan budaya, yang oleh Indonesia dianggap sama pentingnya dengan kemajuan teknologi dan pertumbuhan ekonomi digital.
“Teknologi digital harus berfungsi sebagai jembatan antara inovasi dan budaya. Bahasa daerah, pengetahuan tradisional, dan masyarakat lokal harus sejajar “Masa depan digital,” tegasnya. Menteri tersebut memanfaatkan Forum WSIS sebagai wadah untuk menyerukan kerja sama internasional dalam mewujudkan transformasi digital yang inklusif, dengan menekankan pengembangan sumber daya manusia, transfer teknologi, pembiayaan berkelanjutan, serta keterlibatan yang lebih kuat dari negara-negara berkembang dalam tata kelola digital global.
Dalam berbagi praktik terbaik, Hafid menyoroti upaya pemerintah Indonesia untuk mengembangkan infrastruktur digital, meningkatkan literasi digital masyarakat, dan menguasai teknologi baru sambil memperbaiki tata kelola digital dan keamanan siber. Langkah-langkah ini sejalan dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan 2030 untuk menyediakan layanan publik yang lebih baik dan lebih mudah diakses, tambahnya.Ia lebih lanjut mencatat bahwa transformasi digital Indonesia telah terwujud dalam pengoperasian satelit SATRIA1, optimalisasi jaringan serat optik nasional Palapa Ring, serta perluasan cakupan layanan 5G yang sedang berlangsung untuk meningkatkan konektivitas digital.
“Konektivitas, bagaimanapun, adalah n “Itu bukanlah tujuan akhir. Transformasi digital harus mendorong produktivitas, menciptakan peluang ekonomi, dan meningkatkan kualitas hidup,” jelas menteri tersebut.Dengan mengingat hal tersebut, ia mengatakan bahwa pemerintah berupaya menggandakan nilai ekonomi digital nasional pada tahun 2030 dari level saat ini yang mencapai sekitar US$100 miliar, yang sudah menyumbang hampir sepertiga dari ekonomi digital Asia Tenggara.
Hafid kemudian meyakinkan komunitas internasional mengenai komitmen Indonesia terhadap ruang digital yang aman, dengan menyoroti peraturan pemerintah tahun 2025 yang mengatur perlindungan anak dalam tata kelola sistem elektronik.Peraturan tersebut mewajibkan platform digital untuk memverifikasi usia pengguna secara ketat dan mengklasifikasikan risiko layanan guna memperkuat keamanan anak di dunia maya. Selain itu, delegasi Indonesia kembali menekankan pentingnya pendekatan yang bertanggung jawab, etis, dan berpusat pada manusia dalam pengembangan dan penggunaan kecerdasan buatan sebagai bagian dari agenda transformasi digital.

